Menurut Vashista (1979) dalam Rostini (2007) Chlorella termasuk dalam:
Filum : Chlorophyta
Kelas : Chlorophyceae
Ordo : Chloroccocales
Famili : Chlorelllaceae
Genus : Chlorella
Spesies : Chlorella sp.
Sel Chlorella berbentuk bulat, hidup soliter, berukuran 2-8 µm. Dalam sel Chlorella mengandung 50% protein, lemak serta vitamin A, B, D, E dan K, disamping banyak terdapat pigmen hijau (klorofil) yang berfungsi sebagai katalisator dalam proses fotosintesis.
Chlorella tumbuh pada salinitas 225 ppt. Alga tumbuh dengan lambat pada salinitas 15 ppm, dan hampir tidak tumbuh pada salinitas 0 ppm dan 60 ppm. Chlorella tumbuh baik pada suhu 20°C , tetapi tumbuh lambat pada suhu 32°C. Tumbuh sangat baik pada suhu 20°-23° C. Pertumbuhan Chlorella sp dapat diukur dengan cara mengamati dan menghitung perkembangan jumlah sel dari waktu ke waktu.
Antara dkk., (2008) menumbuhkan Chlorella sp dengan menggunakaan medium walne untuk mngetahui terjadinya perubahaan nutrisi dan kondisi sel dari Chlorella sp selama masa penyimpanan. Dapat diketahui bahwa pada penyimpanaan biomasa Chlorella dalam bentuk pasta selama 4 minggu, masih terdapat sel hidup sebanyak 46 %. Penurunan sel yang hidup diikuti dengan penurunan isi sel selama penyimpanan. Kadar protein pasta mikroalga dan juga mikroalga kering tidak mengalami perubahan yang nyata selam penyimpanan, namun kandungan β-karoten mengalami penurunandemikian pula kapasitas antioksidannya.
Chlorella termasuk cepat berkembang biak, mengandung gizi yang cukup tinggi yaitu protein 42,2 %, lemak kasar 15,3 %, nitogen dalam bentuk ekstrak, kadar air 5,7 % dan serat 0,4 %. Chlorella juga menghasilkan suatu antibiotik yang disebut Chlorellin yang dapat melawan penyakit-penyakit yang disebabkan oleh bakteri (Vashista, 1979 dalam Rostini, 2007).
Sutoma (2005) melaporkan bahwa Chlorella sp memiliki laju pertumbuhan spesifik k = 0,6486 dan mencapai puncak kepadatan pada hari ke-10 dan hari ke-16. Laju pertumbuhan tertinggi dicapai oleh perlakuan dengan kepadatan awal terendah dan diikuti dengan kepadata awal yang lebih tinggi.
Komposisi dari asam lemak marine Chlorella sp yang dikulturkan pada 15 ppt salinitas, menunjukkan jumlah asam C18:3n-3, C18:2n-6, C16:0, C18:1n-9 dalam skala medium sampai tinggi, ini mirip dengan komposisi asam lemak yang terdapat pada Chlorella sp yang hidup pada air tawar. Pada penelitian ini juga diketemukan kalau kandungan High Unsaturated Fatty acids (HUFAs) pada Chlorella sp sangat kecil (Pratoomyot, 2005)

salam,kenal,,,,
lau,bisa pake daftar pustakanya juga ya,,,,makasih