Nannochloropsis (air tawar, air laut). Merupakan sel berwarna kehijauan, tidak motil, dan tidak berflagel. Selnya berbentuk bola, berukuran kecil dengan diamater 4-6 mm. Organisme ini merupakan divisi yang terpisah dari Nannochloris karena tidak adanya chlorophyl b. Merupakan pakan yang populer untuk rotifer, artemia, dan pada umumnya merupakan organisme filter feeder (penyaring) (Anon, 2008).
Menurut Adehoog dan Simon (2001) dalam Anon (2009) Kalasfikasi Nannochloropsis sp adalah sebagai berikut:
Kingdom : Protista
Superdevisi : Eukaryotes
Divisi : Chromophyta
Kelas : Eustigmatophyceae
Genus : Nannochloropsis
Species : Nannochloropsis sp
Fitoplankton ini berukuran 2-4 mikron, berwarna hijau dan memilki dua flagella (Heterokontous) yang salah satu flagela berambut tipis. Nannochloropsis sp memiliki kloroplas dan nucleus yang dilapisi membran. Kloroplas memiliki stigma (bintik mata) yang bersifat sensitif terhadap cahaya. Nannochloropsis sp dapat erfotosintesis karena memiliki klorofil. Cirri khas dari Nannochloropsis sp adalah memiliki dinding sel yang terbuat dari komponen selulosa. Nannochloropsis sp bersifat kosmopolit dapat tumbuh pada salinitas 0-35 ppt. salinitas optimum untuk pertumbuhannya adalah 25-35 ppt, suhu 25-300C merupakan kisaran suhu yang optimal Fitoplankton ini dapat tumbuh baik pada kisaran pH 8-9,5 dan intensitas cahaya 100-10000 lux (Nannochloropsis sp lebih dikenal dengan nama Chlorela laut dikultur untuk pakan barchionus plicatilis atau Rotifer karena mengandung Vitamin B12 dan Eicosapentaenoic acid (EPA) sebesar 30,5 % dan totral kandungan omega 3 HUFAs sebesar 42,7%, serta mengandung protein 57,02 % . vitamin B12 sangat penting untuk populasi rotifer dan EPA penting untuk nilai nutrisinya sebagai pakan larva dan juvenile ikan laut (Fulks dan Main 1991). Selain itu, mudah dikultur secara missal, tidak menimbulkan racun atau kerusakan ekosistem di bak pemeliharaan larva, pertumbuhannya relative cepat dan memiliki kandungan antibiotic. Kepadatan optimum yang dapat dicapai untuk skala laboratrium 50-60 juta sel/ml, skala semi massal 20-25 juta sel/ml dan massal 15-20 juta sel/ml dengan masa kultur 4-7 hari (Anon, 2009)
Nannochloropsis sp. memiliki kandungan lipid yang cukup tinggi yaitu antara 31-68 % berat kering (Campbell, 2008; Kawaroe, 2007; Rao, 2008). Fabregas et al., (2004) dalam Hu et al., (2008) melaporkan presentase PUFA utama C20:5ɷ3 pada Nannochloropsis sp. tetap stabil pada kondisi dengan keterbatasan cahaya, akan tetapi pada kondisi dengan intensitas cahaya jenuh kandungan PUFA menurun yang diikuti dengan kenaikan proporsi SFA dan MUFAnya.
Nannochloropsis sp. dapat dimanfaatkan sebagai makanan zooplankton (rotifer, kepopoda, artemia) yang merupakan makanan larva kerapu batik (Jayadi et al., 2004; Dert et al., 2001). Selain itu biomasa alga Nannochloropsis sp. dapat digunakan sebagai biosorben logam berat karena meiliki kemampuan adsorbsi yang disebabkan adanya gugus aktif yang terkandung di dalamnya (Sembiring et al., 2008)

CARA Mn9kultur nanno
tidak di jelas kan
untuk pertumbhan nanno perlakuan apa yan9 dilakukn
Salam kenal,
Saya rasa untuk pertanyaan tersebut sudah banyak jurnal penelitian yang menjelaskannya secara detail.
Tks untuk commentnya..
thanx infonya dimana yah saya bisa dapet jurnal tentang Nannochloropsis sp. berbahasa Indonesia
mampir yah kk ke blog saya Fisheries Blog
salam kenal mas Timothy,
blognya bagus kerja di bidang perikanan??
klo jurnal yang bahasa indonesia saya juga ga nemu.
salam kenal mas eka, mau share tentang nanno nih, saya mahasiswa perikanan tingkat akhir, kebetulan lagi penelitian ttg nanno pake pupuk TMRL, tapi kenapa siklus hidupnya cuma sekitar 3 hari ya? padahal kalo pake conwy bisa sampe 4 hari lebih…
kira2 kenapa ya mas??